Oleh: Ferdinan Sihombing | 9 April 2011

Dana Pendidikan Anak

AGAKNYA, hampir semua orang tua pasti setuju, pendidikan merupakan salah satu modal penting bagi anak untuk bisa maju dan berhasil di masa depan. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk mempersiapkan dana pendidikan bagi sang buah hati sejak dini.

Tak bisa dipungkiri, semakin hari biaya kehidupan semakin meningkat, termasuk pula biaya pendidikan. Oleh karena itu, sangat penting bagi para orang tua untuk mulai merencanakan masa depan pendidikan putra dan putri mereka, melalui beberapa langkah berikut ini:

Mengestimasi biaya pendidikan
Langkah pertama yang harus dilakukan orang tua adalah memperkirakan biaya pendidikan anak di masa depan. Tidak dapat dipungkiri lagi, biaya pendidikan selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Untuk itu, cari informasi mengenai biaya pendidikan sesuai jenjangnya, dan kalikan dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan pertahun.

Memilih produk investasi
Ada beberapa alternatif cara untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak, misalnya dengan tabungan di bank, deposito, saham, properti, reksa dana, mata uang asing, dan lain sebagainya. Akan tetapi, cara yang paling populer untuk mempersiapkan dana pendidikan anak adalah melalui asuransi pendidikan anak, karena memiliki faktor kepastian dan jaminan di dalamnya.

Apalagi, asuransi biasanya juga menjamin tetap membiayai pendidikan anak, meskipun orang tuanya meninggal sebelum anak memasuki jenjang perguruan tinggi. Namun, pastikan Anda memilih perusahaan asuransi yang memiliki kredibilitas dan dapat dipercaya agar tidak tertipu nantinya. Salah satu yang terpercaya adalah Prudential.

Mempersiapkan dana cadangan
Selain memiliki tabungan atau asuransi pendidikan, Anda sebaiknya juga mempersiapkan dana cadangan, yang besarnya kira-kira tiga sampai 12 kali gaji perbulan. Akan tetapi, tidak perlu terlalu memaksakan diri sehingga mengorbankan kebutuhan lainnya. Sebaiknya, belajarlah untuk menyisihkan uang sedikit demi sedikit hingga tujuan Anda tercapai.

Oleh: Ferdinan Sihombing | 7 April 2011

LOWONGAN KERJA

Bagi yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan, mari bergabung sebagai Financial Planner (Agen) di PT Prudential Life Assurance wilayah Bandung. GRATIS. Untuk informasi lbh lanjut, silahkan kirim pesan ke e-mail: sihombingferdinan@yahoo.com atau SMS ke 081320343420.

Oleh: Ferdinan Sihombing | 27 Maret 2011

Jagalah orang-orang yang Anda cintai dengan asuransi jiwa

Sebagian besar masyarakat kita sangat anti bila berbicara mengenai asuransi. Banyak sebab mengapa hal ini bisa terjadi. Paling tidak kami menemukan 3 (tiga) alasan mendasar mengapa orang tidak/belum mau membeli asuransi. Pertama, ia belum melihat asuransi merupakan kebutuhan hidupnya, karena ia belum mempunyai uang yang cukup untuk itu. Kedua, keadaan ekstrim lainnya yaitu orang yang sudah banyak sekali memiliki uang/aset sehingga tidak memerlukan lagi membeli asuransi untuk menutupi risiko yang mungkin timbul. Dalam pandangannya, jumlah harta yang bejibun dan aset-aset produktif yang menghasilkan uang tanpa harus bekerja itu telah menjadi proteksi yang membuat asuransi tidak diperlukan lagi bagi dirinya. Ketiga, orang yang tidak begitu memahami apa manfaat yang mungkin diperoleh jika ia membeli asuransi. Sebagian besar masyarakat kita sangat anti bila berbicara mengenai asuransi. Banyak sebab mengapa hal ini bisa terjadi. Paling tidak kami menemukan 3 (tiga) alasan mendasar mengapa orang tidak/belum mau membeli asuransi. Pertama, ia belum melihat asuransi merupakan kebutuhan hidupnya, karena ia belum mempunyai uang yang cukup untuk itu. Kedua, keadaan ekstrim lainnya yaitu orang yang sudah banyak sekali memiliki uang/aset sehingga tidak memerlukan lagi membeli asuransi untuk menutupi risiko yang mungkin timbul. Dalam pandangannya, jumlah harta yang bejibun dan aset-aset produktif yang menghasilkan uang tanpa harus bekerja itu telah menjadi proteksi yang membuat asuransi tidak diperlukan lagi bagi dirinya. Ketiga, orang yang tidak begitu memahami apa manfaat yang mungkin diperoleh jika ia membeli asuransi. .

Jika terjadi kematian pada seseorang, sementara orang tersebut adalah pencari nafkah utama di dalam keluarganya, maka akan hilanglah sebagian besar pendapatan, atau mungkin bahkan seluruh pendapatan yang diterima oleh keluarga. Yang kemudian terjadi dalam waktu dekat akan terbayang sebuah keluarga yang tidak mendapatkan atau berkurang pemasukan bulanannya secara significant.

Akibat yang segera dirasakan adalah tingkat kesejahteraan hidup dan standar gaya hidup mulai terganggu, apalagi jika kemudian datang berbagai tagihan hutang almarhum, tagihan kartu kredit, tagihan biaya pengobatan yang belum dibayar, biaya pemakaman, dan sebagainya. Jangankan mereka yang sama sekali tidak memiliki asuransi jiwa, keluarga yang sudah membeli asuransi jiwa pun masih mungkin terganggu secara finansial jika tiang penopang utama keluarganya meninggal dunia. Hal mungkin terjadi bila Anda tidak memperhitungkan berapa nilai pertanggungan yang sesuai dengan keadaan keuangan Anda? jadi hal penting yang perlu Anda perhatikan adalah cara menghitung berapa uang pertanggungan yang sebaiknya Anda ambil?

Menurut hemat kami ada faktor-faktor yang perlu Anda pertimbangkan dan diperhitungkan ketika seseorang (Anda) merencanakan untuk membeli asuransi? Berikut, empat hal yang dapat dipertimbangkan sebagai faktor yang perlu diperhitungkan dalam menentukan jumlah uang pertanggungan, Pertama, berapa jumlah hutang yang Anda miliki?; kedua, berapa banyak aset/harta yang Anda tinggalkan untuk keluarga?; ketiga, berapa lama aset tersebut dapat menghidupi mereka tanpa harus menurunkan standar gaya hidup mereka?; dan keempat, berapa banyak dana yang diperlukan untuk membiayai kehidupan anak-anak Anda sampai mereka menjadi dewasa dan mandiri, termasuk biaya pendidikan mereka?

Setelah Anda menghitung besarnya uang pertanggungan berdasarkan faktor-faktor di atas dan Anda kaget dengan nilai yang harus Anda ambil (premi yang harus dibayar). Besarnya jumlah nilai proteksi atau uang pertanggungan yang harus dipersiapkan tidak perlu sampai membuat Anda distress (tertekan dan cemas berlebihan), sepanjang Anda ingat bahwa pada dasarnya asuransi adalah sebuah perencanaan. Artinya, Anda dapat merencanakan untuk membeli asuransi jiwa dengan jumlah premi tertentu secara bertahap. Urutan prioritasnya kami usulkan sebagai berikut: pertama, belilah asuransi jiwa dengan jumlah uang pertanggungan (dan premi) yang bisa menutupi seluruh hutang-hutang Anda, agar sekurang-kurangnya anda tidak mewariskan hutang kepada generasi berikutnya;

Kedua, bila hutang-hutang sudah diamankan, maka belilah asuransi jiwa berikutnya untuk mengamankan kebutuhan hidup keluarga sehari-hari untuk rentang waktu tertentu, terhitung sejak Anda meninggal dunia; Dan ketiga, pada tahap berikutnya, yakni jika anda telah berhasil mengumpulkan sejumlah uang tambahan, belilah asuransi jiwa dengan nilai pertanggungan yang bisa memenuhi biaya-biaya membesarkan anak-anak Anda, termasuk biaya pendidikannya. Jadi, meski tentu tidak mudah mengaturnya, namun dengan perencanaan yang matang, hal di atas tetap dimungkinkan (kecuali Tuhan berkehendak lain, tentu).

Demikianlah beberapa pertimbangan yang Anda butuhkan dalam mengantisipasi risiko yang sering terjadi dalam menjalankan kehidupan keluarga. Semoga bermanfaat.
(dikutip dari: freewebs.com)

Oleh: Ferdinan Sihombing | 26 Maret 2011

Menabung untuk Perlindungan Keluarga

Menabung untuk perlindungan keluarga sangatlah perlu.
Bisa saja, tiba-tiba si kecil terserang demam berdarah. Jutaan rupiah harus disediakan untuk biaya rumah sakit untuk perawatan dan pengobatannya. Beruntunglah Anda yang memiliki asuransi kesehatan.

Hidup memang penuh risiko alias serba tidak pasti. Asuransi memang suatu cara untuk menangani atau mengantisipasi risiko-risiko di dalam hidup. Pada kenyataannya masyarakat kita masih banyak yang belum melek masalah asuransi kesehatan. Bahkan, tidak sedikit yang beranggapan ikut asuransi kesehatan sama dengan uang hilang!
“Anggapan seperti ini jelas-jelas keliru”
Sebetulnya, ikut asuransi kesehatan berarti melindungi diri jika suatu saat jatuh sakit,”

Teliti sebelum memilih
Boleh dibilang, setiap karyawan telah ikut program asuransi kesehatan. Pegawai Negeri Sipil (PNS), misalnya, secara otomatis diikutsertakan dalam program jaminan asuransi kesehatan yang dikelola oleh pemerintah, yakni PT ASKES. Sementara itu, jaminan kesehatan karyawan perusahaan swasta ditanggungkan dalam program Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) atau perusahaan asuransi kesehatan pilihan perusahaan yang bersangkutan.

Tapi, bagaimana nasib anggota keluarga lain yang tidak dijamin oleh asuransi kesehatan perusahaan tadi? “Sebaiknya, anggota keluarga yang tidak dijamin asuransi kesehatan perusahaan diikutsertakan dalam program asuransi kesehatan lain. Pilih paket yang paling sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Tentu saja, Anda jangan asal saja ikut asuransi, Setelah dipelajari secara mendalam asuransi yang memberikan nilai tambah plus nilai Tabungan dapat diwambil sewaktu-waktu atau berjangka (Untuk Dana Pendidikan, Dana Pensiun, dana darurat dll).

Tentu lamanya perusahaan asuransi berdiri dan bagaimana pihak asuransi menangani anggota-anggotanya, harus jadi pertimbangan.”

Cuma itu? Tidak juga.
Sebenarnya, ada beberapa ‘kunci’ yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih asuransi.
“Mintalah informasi sejelas-jelasnya dari pihak asuransi”
Biasanya, dari informasi yang diperoleh, Anda juga akan mendapat gambaran ‘kekuatan’ modal perusahaan asuransi tersebut.” Selain pertimbangan itu, yang terpenting adalah pilihlah paket yang benar-benar sesuai dan dibutuhkan keluarga Anda!

Berikut ada cycle of life setiap manusia :

* 1 s/d 6 -> bermain-main,
* 6 s/d 25 -> belajar,
* 25 s/d 55 -> bekerja ( menghasilkan income ) atau disebut juga masa produktif,
* 55 s/d 99 -> Hari tua ( Pensiun )

Tetapi tidak ada yang menjamin selama usia 25 tahun s/d usia 55 tahun kita bisa selalu tetap sehat dan bekerja. Suatu ketika kita bisa berhenti kerja dengan alasan-alasan tertentu.

1. Ketika kita tidak bekerja, Apakah Kita berhenti Belanja ??
2. Apakah Listrik Menjadi Gratis ?
3. Apakah Anak Harus Berhenti Sekolah ?
4. Apakah Keluarga Tidak Perlu Makan ?
5. Bahkan Ketika Seseorang Meninggal Masih Diperlukan Biaya ?

Apa Yang Akan dilakukan ? Pilihannya Ada 3 :

1. Income Expense : Masa Depan Yang Cerah Untuk Keluarga Tercinta.

Mana Yang Akan Kita Pilih ? Tentunya Pilihan No. 3.

Berikut Sedikit Gambaran untuk Bapak / Ibu / Sdr / Sdri. Contoh :
Bp. ABC ingin menabung 2juta Setiap Bulannya. Ada 3 Alternatif Menabung Yang Dapat Dipilih, Yaitu :

Alternatif 1 : Menabung di Rekening Biasa
Jika terjadi sesuatu pada Bp. ABC di bulan ke-4, contoh : dia sakit kritis (Jantung, Kanker, Stroke, Koma, Dll) dan dokter minta disediakan uang Rp.300jt, apakah rekening biasa tersebut dapat memberikan uang sejumlah Rp. 300jt ??
(Sedangkan Saldo Bp. ABC baru berjumlah Rp. 6jt)

Alternatif 2 : Menabung di Rekening Biasa & Asuransi
Jika kejadiannya sama seperti diatas, maka Asuransi akan memberikan uang Rp. 300jt (Langsung) pada Bp. ABC untuk berobat. Tetapi apakah masalah Bp. ABC selesai ?? Bagaimana dengan nasib tabungannya yang akan digunakan untuk dana pendidikan anak-anak dan dana pensiun ? Dapatkan Bp. ABC yang sedang sakit bekerja secara optimal dan meneruskan tabungannya ? Apakah Listrik dan Telp Menjadi Gratis ?

Alternatif 3 : Menabung dengan 2 in 1 HOKI
Jika kejadiannya sama seperti diatas, Bp. ABC akan diberikan uang Rp. 300jt untuk berobat dan selanjutnya Bp. ABC tidak perlu menabung lagi karena tabungannya otomatis akan terisi terus-menerus (Setiap bulannya Rp. 2jt) sampai dia berumur 65 tahun dan dana yang ada ditabungannya dapat digunakan untuk dana pendidikan anak-anak, dana pensiun dan Masa Depan Yang Lebih Baik.

Kelebihan menabung di 2 in 1 Hoki, perusahaan akan memberikan dana darurat kepada Bp. ABC sampai dia berumur 65 tahun jika terjadi :

1. Sakit Kritis (34 Jenis Sakit Kritis seperti Jantung, Kanker, Stroke, Koma, Parkinson, Dll)
2. Cacat karena sakit atau kecelakaan.
3. Sakit yang mengharuskan dia masuk ke Rumah Sakit.
4. Jika Bp. ABC meninggal di bawah usia 99 tahun, keluarganya juga mendapatkan sejumlah dana.

Menurut Bapak / Ibu / Sdr / Sdri, alternative menabung mana yang paling baik dipilih ? Banyak orang yang belum tahu adanya alternative menabung di 2 in 1 Hoki.

Setelah membaca tulisan diatas apabila Bapak / Ibu / Sdr / Sdri memutuskan ingin mengambil asuransi jiwa namun belum mengerti benar tentang asuransi jiwa atau bingung memilih karena banyaknya asuransi jiwa yang ada, silahkan menghubungi kami.

Mari bangun ekonomi keluarga dengan perencanaan dan perlindungan.

Prudential – Always Listening – Alwas Understanding..
(dari: bandung-prudential.blogspot.com)

Oleh: Ferdinan Sihombing | 25 Maret 2011

Sayang Keluarga, Milikilah Asuransi

Seberapa Pentingkah Asuransi Jiwa? Apakah semua orang membutuhkan Asuransi Jiwa ? jawabannya adalah : YA……merupakan suatu keharusan dan harus secepatnya. Jangan ditunda. Jika kita ingin mensyukuri apa yang diberikan oleh – Nya, manusia harus tetap berusaha. Karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, lakukan antisipasi dengan memiliki asuransi jiwa.

Dalam memilih berasuransi kita haruslah jeli dan disesuaikan dengan kebutuhan kita. Ada Asuransi Kesehatan, Asuransi Kecelakaan, Asuransi Pendidikan. Sedemikian banyaknya pilihan yang ada, namun pilihan terbaik adalah yang sudah dikemas menjadi satu.

Banyak terjadi sebuah keluarga harus menerima kenyataan hidup pahit. Sang Ayah sebagai kepala keluarga sekaligus pencari nafkah jatuh sakit dan sampai meninggal dunia sehingga meninggalkan sang istri yang tidak bekerja dan 2 anaknya yang masih kecil. Anaknya baru menginjak umur 3 tahun dan 5 tahun. Kehidupan tetaplah harus dijalani, namun sang istri akan sangatlah kesulitan biaya untuk membesarkan ke dua anak-anaknya.

Jaga keluarga anda dari resiko di atas dengan memiliki Asuransi Jiwa. Jikalau keluarga tersebut – setidaknya sang ayah – sudah memiliki Asuransi Jiwa, tentulah secara materi lebih meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Karena berada di rumah sakit tentulah menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Bisa saja sampai menghabiskan aset yang dimiliki.

Dengan demikian bila Anda sudah ber-Asuransi Jiwa dapat dikatakan Anda sudah memiliki Proteksi Income dan sudah merencanakan keuangan untuk masa depan keluarga sesuai perjanjian dengan penerbit polis asuransi jiwa. Anda pasti akan mendapatkan penggantian klaim yang sesuai asal data kesehatan diberikan sesuai kondisi sebenarnya. Tidak ada rekayasa data kesehatan.

Perencanaan keuangan bukanlah sesuatu yang Anda lakukan sekali dan dilupakan. Maka ada banyak orang yang membeli Asuransi Jiwa sampai 5 polis bahkan lebih, demi keluarga yang disayangi. Untuk istrinya dan anak-anaknya. ( Tiap anggota keluarga bisa memiliki 1 s/d 2 polis ) Perencanaan keuangan merupakan sebuah proses bagi yang lajang atau belum bekeluarga. Jangan pernah karena merasa kesehatannya masih bagus lalu menunda memiliki Asuransi Jiwa. Semakin muda umur Anda semakin bagus untuk segera memproteksi diri, memiliiki Proteksi Income dan Investasi untuk perencanaan keuangan di masa depan.

Sang ayah boleh bekerja keras kapan pun dan di mana pun. Kerja terus menerus sampai terkadang lupa memperhatikan kesehatan. Demi keluarga istri dan anak – anaknya apapun akan dilakukan. Tetapi jangan lupa sampai terjadi sesuatu pada kesehatan sang ayah, akan lebih susah lagi dampaknya. Dapat di katakan percuma hasil kerja sekian tahun, jika hasil income yang didapat tidak disisihkan untuk mempunyai proteksi diri.

Lihat lah senyuman anak – anak yang membutuhkan orang tuanya. Mereka perlu kehidupan, perlu sekolah, perlu biaya jika sampai sakit.

Kehidupan keluarga akan selalu berubah dan perencanaan keuangan keluarga harus mengikuti perubahan yang terjadi dalam keuangan keluarga. Kekuatan perencanaan didukung dengan investasi yang bijak. Investasi dalam arti yang paling dasar adalah, menempatkan dana Anda untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Berasuransi & bernvestasi merupakan sarana terpenting dalam meningkatkan kemampuan Anda untuk menyayangi, mencintai keluarga dan menjaga kekayaan.

Dengan Anda memiliki sebuah rekening asuransi, maka Anda telah BERASURANSI sekaligus BERINVESTASI untuk masa depan Anda dan Keluarga.

Selamat Merencanakan Keuangan Anda

Sumber: www.asuransi-prudential.com

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.