Oleh: Ferdinan Sihombing, S.Kep., Ners, M.Kep | 28 April 2010

Wakil Ketua DPRD Dumai Tampar Perawat


Penulis : Chaidir Anwar Tanjung ( Rabu, 21/04/2010 17:22 WIB ) Sikap premenisme ditunjukkan Wakil Ketua DPRD Dumai, Eko Suhardjo. Wakil rakyat ini menampar seorang perawat di RSUD setempat. Tidak terima dengan tindakan tersebut, perawat naas itu melapor ke polisi. Korban tindak kekerasan itu adalah Eka (25) perawat di rumah sakit plat merah di Dumai. “Kasus ini tengah kita tangani untuk ditindaklanjuti. Kita sudah meminta keterangan dua orang saksi dari pihak rumah sakit. Korban juga sudah kita visum,” kata Kasat Reskrim Polresta Dumai, AKP Hariwiyawan saat dihubungi wartawan, Rabu (21/04/2010). Informasi yang dihimpun, penamparan ini dilakukan pada Minggu (18/04/2010) malam. Ketika itu Eka bersama tiga orang rekannya tengah piket malam di ruang VIP. Eko yang juga Ketua DPC Demokrat Dumai itu, malam itu datang membawa ibunya untuk berobat. Anggota dewan ini meminta disediakan ruangan VIP untuk ibunya. Namun perawat menjelaskan bahwa ruangan yang diminta tersebut telah penuh. Namun keterangan para parawat ini tidak bisa diterima Eko. Eko malam itu masih terus memaksa agar diberikan ruangan VIP. Namun Eka selaku perawat jaga malam menjelaskan, masih ada satu kamar yang tersisa. Hanya saja kamar tersebut juga sudah dibooking oleh pemesannya. Atas keterangan itu, Eko semakin emosi. Dia menyebutkan bahwa dirinya anggota dewan dan sanggup untuk membayar ruangan VIP. Namun meski Eko mengaku anggota dewan, namun Eka tetap tidak bisa memenuhi keinginannya. Sikap tegas Eka ini akhirnya membuat Eko emosi. Dia kemudian menampar pipi perawat tersebut. Eka pun menangis dan melaporkan penganiayaan itu kepada suaminya, yang kemudian mereka melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian setempat.

Itulah fakta tentang kearogansian anggota dewan yang terhormat, menampar seenaknya saja, saya sebagai perawat mengutuk perbuatan tidak terpuji yang dilakukan anggota dewan tersebut. Semoga PPNI Dumai membantu sejawat kita ( Perawat Eka ) dalam mencari keadilan dan menuntut anggota dewan tersebut dengan tindak pidana kekerasan.

Sumber :

1. http://www.detiknews.com/read/2010/04/21/172201/1342840/10/wakil-ketua-dprd-dumai-tampar-perawat?881103605

2. http://www.riaupos.com/berita.php?act=full&id=5876&kat=7

3. http://riauterkini.com/hukum.php?arr=29116

(diambil dengan ijin penulis dari http://www.facebook.com/profile.php?id=1368725085&v=wall&story_fbid=116632818358819#!/note.php?note_id=426713331507)


Responses

  1. Tidak seharusnya sikap arogan ditunjukkan oleh siapa pun, apalagi oleh wakil rakyat, yang notebene selayaknya menjadi teladan.

    Kalau memang sudah penuh ruangannya mau bagaimana coba?

    • @Cahya: ironis memang…:(, tapi terjadi. Namun jangan heran, di republik kita ini gampang menemui hal2 yg ironis…
      Alamat blog anda, saya pasang di tautan saya ya. tks.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: