Oleh: Ferdinan Sihombing, S.Kep., Ners, M.Kep | 23 Maret 2010

MEMASANG OROPHARINGEAL TUBE


ISTILAH
Oropharingeal tube ada yang menyebutnya sebagai oropharingeal airway, ada yang menyebutnya mayo tube, atau ada juga yang menyebutnya dengan istilah gudel.

PENGERTIAN
Memasanga oropharingeal tube adalah suatu tindakan pemenuhan kebutuhan oksigen dengan membebaskan jalan nafas melalui pemasangan oropharingeal tube melalui rongga mulut ke dalam pharing

TUJUAN
1. Membebaskan jalan nafas
2. Mencegah lidah jatuh atau melekat pada dinding posterior pharing
3. Memudahkan penghisapan lendir

LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN
1. Persiapan pasien dan keluarga:
a. Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan
b. Menjelaskan prosedur tindakan termasuk selama pemasangan oropharing tube pasien tidak
diperbolehkan makan dan minum.
c. Memberikan posisi sesuai kebutuhan
2. Alat-alat:
a. Oropharingeal tube sesuai kebutuhan
b. Kassa steril 2 buah
c. Plester dan gunting
d. Nierbekken
e. Spatel lidah
f. Handschoen
3. Lingkungan:
Menjaga privacy pasien
4. Perawat :
a. Mencuci tangan
b. Menilai keadaan umum pasien
c. Mengukur tanda-tanda vital
d. Mengobservasi pola nafas

II. Pelaksanaan :
1. Perawat memakai handschoen
2. Membuka mulut pasien, tahan lidah dengan menggunakan tongue spatel.
3. Bersihkan mulut dengan kassa steril
4. Masukkan oropharing tube melalui rongga mulut dengan ujung mengarah ke palatum, setelah masuk
dinding belakang pharing lalu putar oropharingeal tube 180º sampai posisi ujung mengarah ke oropharing.
5. Lakukan fiksasi dipangkal oropharing tube dengan plester tanpa menutup lubang oropharing tube.
6. Berikan posisi yang nyaman.
7. Rapikan pasien dan alat – alat
8. Buka handschoen dan cuci tangan.
9. Membuat catatan keperawatan meliputi:
– Keadaan umum pasien
– Tindakan dan hasil setelah dilakukan
– Tanda-tanda vital
– Pola nafas

CATATAN
1. Oropharingeal tube tidak boleh dipasang pada pasien sadar.
2. Oropharingeal tube dipasang pada pasien yang tidak sadar atau pada pasien dengan penurunan
kesadaran.
3. Pada pasien yang dilakukan pemasangan oropharing tube harus dilakukan oral hygiene.
4. Ukuran oropharingeal: disesuaikan dengan mengukur panjang oropharingeal dari mulut ke mandibula
atau sesuai ukuran :
a. Kode 00 untuk bayi kecil/prematur
b. Kode 0 untuk bayi
c. No. 1 untuk anak usia 1-3 tahun
d. No. 2 untuk anak usia 3-8 tahun
e. No. 3 untuk usia 8 tahun
f. No. 4 dan 5 untuk dewasa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: