Oleh: Ferdinan Sihombing, S.Kep., Ners, M.Kep | 2 Februari 2010

KRITERIA PEMBIMBING KLINIK KEPERAWATAN/KEBIDANAN


Jakarta, Selasa 2 Februari 2010 (sekitar pukul 05.10)

Saat ini saya sedang mengikuti suatu pelatihan Pembimbing Klinik Keperawatan di Jakarta. Agak “malas” juga sebetulnya karena harus meninggalkan keluarga tercinta di Bandung. Pelatihan sendiri akan berlangsung selama 5 hari (hingga hari Jumat yad.) dan pagi ini akan menjadi hari ke-2.

Pelatihan sendiri -sejauh ini tentu yang hari ke-1- cukup menarik. Ibu Th. Mudji Astuti, SKp yang menjadi narasumber dapat menyajikan materi-materi pelatihan yang sesungguhnya biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang ‘bernyawa’. Pengalaman beliau yang panjang sebagai perawat serta temuan-temuan beliau ketika berkesempatan mengunjungi berbagai nursing care di berbagai daerah di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri untuk mengikuti materi pelatihan dari pagi hingga sore hari (kemarin pelatihan berakhir pkl. 17.00, meskipun menurut jadwal semestinya pkl. 16.30).

Pada pelatihan hari ke-1 kemarin, sempat dipaparkan tentang kriteria-kriteria seorang pembimbing klinik keperawatan, yakni:

  • Dewasa (matur)
  • Seorang dengan kualifikasi pendidikan tinggi
  • Keahlian di bidangnya (keahlian praktek klinik)
  • Memahami asuhan dan konsepnya
  • Mampu mengembangkan keilmuannya
  • Mampu mendesiminasikan ilmu yang dimiliki
  • Mampu mengadakan perubahan
  • Mampu menjadi role model
  • Mampu menjadi mentor
  • Dapat menjadi nara sumber
  • Berminat dalam pendidikan keperawatan

Nah, yang seringkali menjadi masalah adalah kriteria yang terakhir ini. Meskipun semua perawat adalah juga teacher namun tidak semua senang menjadi Pembimbing Klinik Keperawatan (atau bila di tempat saya bekerja di sebut PBB yang adalah singkatan dari Pembimbing Praktek di Bagian). Yang seringkali terjadi adalah seorang perawat akhirnya menjadi Pembimbing Klinik Keperawatan adalah bukan karena dia berminat tetapi karena kekuatan dari suatu SK (Surat Keputusan) yang dikeluarkan oleh Pimpinan RS atau Nursing Center. Dapatlah dimaklumi bila kinerja seorang Pembimbing Klinik Keperawatan kemudian menjadi tidak optimal karena seseorang itu tidak ditanya apakah berminat atau tidak…

(Catatan: Pembimbing Klinik Keperawatan dapat juga dibaca sebagai Pembimbing Klinik Kebidanan)


Responses

  1. pak, sy sedang mencari referensi tentang penampilan pembimbing klinik keperawatan. sulit sekali mendapatkannya. maksudnya penampilan pribadi, bukan penampilan kerja. menurut saya itu perlu ada referensinya, bapak tau? itu sering jadi pembicaraan saya dan teman-teman… itu bermula dari pertanyaan ini, “mengapa perawat penampilannya seolah-olah gak sekeren profesi kesehatan yang laen ya?”
    begitu….tx sebelum n sesudahnya…
    tolong balas di email saya saja ya pak, tx lg…

  2. Smat siang pak… sdh lama sy mencari Regulasi / Peraturan Pemerintah tentang Pembimbing Klinik. Bisakah bapak membantu saya? Sebelumnya terimakasih….
    Email saya : fran_sisko@yahoo.co.id

  3. This text is priceless. Where can I find out more?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: