Oleh: Ferdinan Sihombing, S.Kep., Ners, M.Kep | 21 Januari 2010

KONTRIBUSI PROFESI BIDAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN


SESI I

TujuanPembangunan Nasional di Bidang Kesehatan terutama ditujukan untuk:
1. Penurunan angka kematian bayi dan perinatal
2. Penurunan angka kematian Balita
3. Penurunan angka kesakitan anak usia sekolah dan remaja
4. Peningkatan derajat kesehatan anak secara keseluruan yang akan menjamin proses tumbuh kembang anak secara optimal menuju generasi muda yang sehat sebagai sumber daya pembangunan
Upaya pembinaan kesehatan anak mencakup pemenuhan kebutuan primer anak sejak didalam kandungan sampai remaja dengan mengkaji pertumbuhan dan perkembangan anak, pemberian makanan bergizi pada anak, penyuluan kesehatan keluarga, dan asuhan kebidanan mulai dari bayi sampai remaja.
Bidan dalam memberikan pelayanannya meyakini bahwa kehamilan dan persalinan adalah suatu proses fisiologi normal dan bukan merupakan penyakit, walaupun pada beberapa kasus mungkin berkomplikasi sejak awal karena kondisi tertentu atau komplikasi bisa timbul kemudian.
Bidan mempunyai peranan dan tanggung jawab yang besar dalam bidang KIA. Bidan diakui sebagai profesional yang bertanggung jawab yang bekerja sebagai mitra perempuan dalam memberikan dukungan yang diperlukan, asuhan dan nasehat selama kehamilan, periode persalinan dan post partum, melakukan pertolongan persalinan di bawah tanggung jawabnya sendiri dan memberikan asuhan pada bayi baru lahir dan bayi.
Peran aktif bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sudah sangat diakui oleh berbagai pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66% persalinan, 93% kunjungan ante natal (K1), 80% dari pelayanan KB (Keluarga Berencana) dilakukan oleh bidan. Peranan bidan dalam pencapaian 53% prevalensi pemakaian kontrasepsi, 58% pelayanan kontrasepsi suntik dilakukan oleh bidan praktik swasta dan 25% pemakai kontrasepsi pil, 25% IUD dan 25% implant dilayani oleh bidan praktik swasta (Statistik Kesehatan 2001).
Demikian gambaran singkat mengenai kontribusi profesi bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan, kesehatan reproduksi, dan keluarga berencana, beserta pencapaian-pencapaiannya selama ini. Lalu, bagaimana peran-fungsi bidan terhadap kliennya dalam hal ini terhadap bayi dan anak balita?

SEKIAN
(BERLANJUT KE SESI II, BACA TENTANG: PERAN BIDAN)

DAFTAR BACAAN

1. Bennet, V. R., and Brown, L. K. 1993. Myles text book for midwives. Edinburgh: Churchill Livingstone.
2. Depkes RI. 2002. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 900/Menkes/SK/VII/2002 Tentang Registrasi dan Praktik Bidan. Jakarta: Depkes.
3. Frith, L. 1996. Ethics and midwifery, issues in contemporrary practice. Oxford: Butterworth Heinemann.
4. Gilbert, N. 1993. Researching sosial life. London: Sage Publications.
5. ICM. 1998. Core Competence. Draft ke VI. ICM.
6. Ikatan Bidan Indonesia. 2002. Kode etik kebidanan. Bandung: Pengurus Daerah IBI Wilayah Jabar.
7. Pusdiknakes Depkes. RI. 1993. Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga. Jakarta: Depkes.
8. Pusdiknakes Depkes. RI. 1993. Pedoman Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita. Jakarta: Depkes.
9. Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.


Responses

  1. Terima kasih artikelnya.. Sangat membantu.

    • yth. roni, thanks telah berkunjung. salam.

  2. pak sihombing terima kasih ya dengan ini saya bisa mengerti dan tahu seberapa besar keberhasialan yg bisa dicapai dlm meningkatkan derajat kesehatan indonesia .

  3. @novita: tks telah berkenan utk berkunjung dan meninggalkan komentar🙂

  4. izin copas ya,Pak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: