Oleh: Ferdinan Sihombing, S.Kep., Ners, M.Kep | 4 Januari 2010

POHON PLUM DI PINGGIR JALAN


Pada suatu hari dua pengembara yang kelelahan dalam perjalanannya berteduh di bawah sebatang pohon plum [Indonesia: mempelam (sejenis mangga?)] untuk beristirahat. Beberapa saat kemudian seorang berkata kepada yang lainnya sambil melihat pohon plum yang besar itu, “Pohon ini tidak berbuah, untuk apa pohon ini tetap dibiarkan hidup jika tidak berguna bagi manusia?”. Temannya juga sependapat.

Ketika mendengar pembicaraan itu, pohon plum menjadi sedih dan berkata, “Itukah rasa terima kasihmu padaku?. Aku telah melindungi kalian dari terik matahari tetapi kalian masih mengatakan bahwa aku tidak berguna…”

(dikutip dengan sedikit modifikasi dari Buletin KDKJB No. 106 November 2009)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: