Oleh: Ferdinan Sihombing | 19 Mei 2010

MEMBERIKAN OBAT MELALUI SUNTIKAN INTRACUTAN ATAU INTRADERMAL


PENGERTIAN

Memberikan obat melalui suntikan intracutan atau intradermal adalah suatu tindakan membantu proses penyembuhan melalui suntikan ke dalam jaringan kulit atau intra dermis.

TUJUAN

  1. Pasien mendapatkan pengobatan  sesuai program pengobatan dokter.
  2. Memperlancar proses pengobatan dan menghindari kesalahan dalam pemberian obat.
  3. Membantu menentukan diagnosa terhadap penyakit tertentu (misalnya tuberculin tes).
  4. Menghindarkan pasien dari efek alergi obat ( dengan skin test).

CATATAN

  1. Sebelum memberikan obat perawat harus mengetahui diagnosa medis pasien, indikasi pemberian obat, dan efek samping obat, dengan prinsip 10 benar yaitu benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu pemberian, benar cara pemberian, benar pemberian keterangan tentang obat pasien, benar tentang riwayat pemakaian obat oleh pasien, benar tentang riwayat alergi obat pada pasien, benar  tentang reaksi pemberian beberapa obat yang berlainan bila diberikan bersama-sama, dan benar dokumentasi pemakaian obat.
  2. Untuk mantoux tes (pemberian PPD) diberikan 0,1 cc dibaca setelah 2-3 kali 24 jam dari saat penyuntikan obat.
  3. Setelah dilakukan penyuntikan tidak dilakukan desinfektan.
  4. Perawat harus memastikan bahwa pasien mendapatkan obatnya, bila ada penolakan pada suatu jenis obat,  maka perawat dapat mengkaji penyebab penolakan, dan dapat mengkolaborasikannya  dengan dokter yang menangani pasien, bila pasien atau keluarga tetap menolak pengobatan setelah pemberian inform consent, maka pasien maupun keluarga yang bertanggungjawab menandatangani surat penolakan untuk  pembuktian penolakan therapi.
  5. Injeksi intrakutan yang dilakukan untuk melakukan tes pada jenis antibiotik, dilakukan dengan cara melarutkan antibiotik sesuai ketentuannya, lalu mengambil 0,1 cc dalam spuit dan menambahkan aquabidest 0,9cc dalam spuit, yang disuntikkan pada pasien hanya 0,1cc.
  6. Injeksi yang dilakukan untuk melakukan test mantoux, PPD diambil 0,1 cc dalam  spuit, untuk langsung disuntikan pada pasien.

PROSEDUR

I. PERSIAPAN

Pasien dan keluarga

  1. Menjelaskan tujuan dan prosedur pemberian obat
  2. Memberikan posisi yang nyaman pada pasien
    1. Obat-obatan yang sesuai program pengobatan dokter
    2. Daftar obat pasien
    3. Spuit 1 cc atau 0,5 cc disposible.
    4. Jarum sesuai kebutuhan, kikir ampul bila perlu.
    5. Perlak dan alas dan nierbeken
    6. Kapas alkohol atau kapas yang sudah dibasahi NaCl 0,9% dalam tempatnya
    7. Handschoen
      1. Mencuci tangan
      2. Berdiri di sebelah kanan/kiri  pasien sesuai kebutuhan.
      3. Cek daftar obat pasien untuk memberikan obat
        1. Membawa obat dan daftar obat ke hadapan pasien sambil mencocokkan nama pada tempat tidur dengan nama pada daftar obat.
        2. Memanggil nama pasien sesuai dengan nama pada daftar obat
        3. Injeksi intrakutan dilakukan dengan cara spuit diisi oleh obat sesuai dosisnya.
        4. Menentukan lokasi injeksi yaitu 1/3 atas lengan bawah bagian dalam.
        5. Membersihkan  lokasi tusukan dengan kapas normal saline atau kapas alcohol bila diperlukan, kulit diregangkan tunggu sampai kering.
        6. Lubang jarum menghadap keatas dan membuat sudut antara 5-150 dari permukaan kulit
        7. Memasukan obat perlahan-lahan sampai berbentuk gelembung kecil, dosis yang diberikan 0,1 cc atau sesuai jenis obat.
        8. Setelah penyuntikan area penyuntikan tidak boleh didesinfeksi.
  1. Alat-alat
  1. Lingkungan: menjaga privacy pasien
  2. Tenaga keperawatan

II. Pelaksanaan

10.   Bila injeksi intrakutan dilakukan untuk test antibiotik, lakukan penandaan pada area penyutikan dengan melingkari  area penyuntikan dengan diameter kira kira 1inchi atau diameter 2,5 cm. Penilaian reaksi dilakukan 15 menit setelah penyuntikan. Nilai positif jika terdapat tanda tanda rubor, dolor, kalor melebihi daerah yang sudah ditandai, artinya pasien alergi dengan antibiotik tersebut.

11.  Bila injeksi ditujukan untuk mantoux test tuberkulin test, dapat dinilai hasilnya  dalam 2 sampai 3 kali 24 jam, positif bila terdapat rubor dolor kalor melebihi diameter 1 cm pada area penyuntikan.

  1. Beri penjelasan pada pasien atau keluarga untuk tentang penilaian pada daerah penyuntikan dan anjurkan untuk tidak menggaruk, memasage atau memberi apapun pada daerah penyutikan. Menyimpan obat obat sisa dan daftar obat pasien ketempatnya
  2. Mengobservasi keadaan umum pasien
  3. Perawat melepaskan handschoen, mencuci tangan.
  4. Membuat catatan keperawatan mencakup:
  1. Tindakan dan respon pasien
  2. Nama jelas perawat yang melakukan tindakan, waktu penyuntikan dan waktu penilaian, dan lokasi penyuntikan.

(gambar diambil dari berbagai sumber di internet)

SEKIAN

About these ads

Responses

  1. Saya suka artikelnya pak… Makasih Infonya… sebentar lgi saya ujian injeksi, skali lg terimakasih infonya….

    • tks kunjungannya mila. syukurlah bila bermanfaat. salam kenal. :)

  2. makasi pak atas info ini,saya bntar lagi prktek,smoga info ini bisa sngat membantu………

  3. thank’s ya pak artikel’nya cz bentar lage q jg mo ujian,

  4. terimakasih pak atas info nya :)

  5. pak ada artikel tentang pemberian injeksi sub cutan ???? terimakasih :)

    • @karin: ada tapi belum sempat saya posting, tunggu ya. tks kunjungannya.

  6. terima kasih bruder. saya mau tanya, mengapa serumen didalam lubang telinga dapat terbentuk ?? sedangkan ada yang bilang kalo gerakan mengunyah dapat mengeluarkan serumen yang ada didalam lubang telinga tersebut.

    terima kasih bruder. mohon segera dijawab.

  7. br. artikel yang baru belum ada yah??

    terimakasih :)

  8. Br,, materi yg baru nya kmn..???
    ko blm d posting….

    • Belum sempat nona. Tks ya.

  9. mf pak injeksi ini ade kabaikan dan keburukan nggak??

    • @zubaidah: bila prosedur ini dilakukan dengan baik, dan memang seharusnya untuk dilakukan, banyak kebaikan daripada keburukannya :)

  10. pak, ada artikel soal intramuscular, subcutan,dan infus tidak pak?
    terimakasih..

    • @jullya: ada, tapi belum sempat dipublish :). tks.

  11. Terima kasih Pak, artikelnya membantu sekali dalam tugas kuliah saya……,

  12. makasih artikelnya pk bermanfaat banget ‘hari ni saya ada ujian

  13. artrikelnya bagussssssssss

    izin copas ya :)
    buat tugas saya,,,

    makasih sebelumnya

  14. thx pak infonya,, tadi saya baru saja ujian praktik dan dapat injeksi intracutan, pak apabila kita menyuntik obat, tanpa tau pasien tersebut alergi atau tidaknya pada obat tersebut, apa yang akan terjadi pada pasien bila tidak cocok/ ternyata pasien tersebut alergi pak? trimakasih :)

    • reaksi alergi yg ringan saja atau yg berat syok anafilaktik atau SINDROM STEVEN-JOHNSON.

  15. Bagus….artikelnya

    • terima kasih utk apresiasi anda.

  16. Ad g inj sc(subcutan)?tlng segera dijawab ya pak.

  17. bruder, tks banyak atas artikelnya, sangat membantu buat bikin LP, hr senin ke RSY

  18. pak makasi y atas artikel na,,,,,,,,,sbentar lg saya akan praktek injeksi,,,,,,,salam kenal pak,,,,sya dari bali,,,,,,,

  19. Selamat sore… Pak saya minta gambar letak” dimana Cara pemberian obat untuk injeksi subcutan, intra muskuler, dorsal pluteal, bagian deltoid, sama intra cutan…mhon dikirim ke alamat email “ningwahyuni58@yahoo.com” terimakasih!

  20. gaimana pda saat melalukan subcutan keluar darah tetapi mau mengelembung?
    apakah itu berhasil/tidak

  21. Mao nanya tentang suntikan obat melalui intracutan
    Nama obat nya apa2 saja ?

  22. ihh sakitt.. maksh cukup bermanfaat :)

  23. bruder…perlu di aspirasi gak, waktu kuliah teorinya mengatakan harus diaspirasi, tapi setelah praktek, mana sempat aspirasi kalo pasiennya anak”..jd mana yang benar ya?????….

  24. thanks ya ats infony sgt brmnfaat….

  25. pak knp intracutan d berikan pd bwah kulit,
    knp gk d otot?

  26. Sakit bngt pak kalo di suntik tes obat tuh, it knpa?

  27. bagus bu…
    tp sya mo nanyak…
    knapa jarum suntik pada nal nya mngarah k atas…??, bkan k bawah…

  28. obat apa aja yg biasanya digunakan untuk ic,,apakah semua jenis obat ??
    terimakasih

  29. artikelnya bagus pak..tapi lebih bagus lagi klo ada referensinya deh pak :)

  30. makasih pak buat infonya
    kebetulan hari ini saya membawakan materi ttg ic pajavascript:HighlanderComments.cancelExternalWindow();k
    citra anngraini

  31. […] http://nersferdinanskeperawatan.wordpress.com/2010/05/19/memberikan-obat-melalui-suntikan-intracutan… […]

  32. ;)

  33. pak kenapa obat yang dimasukan untuk intra cutan harus 0,1 cc
    terimakasiiihh mohon jawabannya

  34. sya sangat suka makalah bapk ini. bisa mmpermudah pembelajaran.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: