Oleh: Ferdinan Sihombing | 30 Januari 2010

LOSS,GRIEVING AND DYING


Kelahiran, kehilangan dan kematian adalah kejadian unik yang dialami oleh setiap individu dalam kehidupannya.

Perawat memiliki pengalaman yang berbeda menghadapi KEHILANGAN yang dialami individu dan membantu untuk dapat mengerti dan menerimaNYA

KEHILANGAN :
Kondisi dimana seseorang mengalami suatu kekurangan / tidak ada sesuatu yang dulunya ada.

TIPE KEHILANGAN : AKTUAL & DIPERSEPSI
SUMBER KEHILANGAN :
–  KEHILANGAN OBJEK LUAR
–  KEHILANGAN LINGKUNGAN YANG DIKENAL
–  KEHILANGAN ORANG YANG BERARTI
–  KEHILANGAN SALAH SATU ASPEK DARI DIRINYA
–  KEHILANGAN SEMANGAT HIDUP
GRIEVING
Respon emosi yang normal terhadap kehilangan

Memberi kesempatan kepada individu untuk mengatasi kehilangan secara berangsur-angsur dan menerimanya sebagai bagian dari realita.
GEJALA YANG MENYERTAI GRIEVING
TAHAP GRIEVING (Kubller Ross)
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEHILANGAN
Arti kehilangan
Usia
Kultur
Kepercayaan
Peran sex
Koping individu
Support system
PERKEMBANGAN PENYAKIT
KRITIS
Keadaan gawat, genting dan mengancam kehidupan.

KRONIS
terus menerus berlangsung penyakit dalam jangka waktu yang lama dan tidak sembuh-sembuh.

TERMINAL
fase akhir dari kehidupan
PENYAKIT TERMINAL
PENYAKIT YG SULIT DISEMBUHKAN SHG SANGAT MUNGKIN SEBABKAN + (SPT. CA STADIUM AKHIR, END STAGE RENAL FAILURE, STROKE BERULANG DGN VEGETATIVE STATE, BRAIN DEATH, GAGAL JANTUNG TAHAP AKHIR, SIROSIS DGN KOMPLIKASI, COPD DGN KOMPLIKASI JANTUNG BERAT, KEADAAN KLINIS YG MENURUT PERHITUNGAN MEDIS TDK AKAN SEMBUH LG., DLL.)
KEMATIAN
HILANGNYA FS SIRKULASI & RESPIRASI YG IRREVERSIBEL, ATAU HILANGNYA FS KESELURUHAN OTAK, TERMSK BATANG OTAK.
TANDA KRITIS DAN TERMINAL

DEFINISI KEMATIAN
Secara TRADISIONAL
Tidak mempunyai denyut nadi dan pernafasan berhenti beberapa menit

WORD MEDICAL ASSEMBLY (1968)
–  Tidak ada respon thd rangsangan dari luar
secara total
–  Tidak ada gejala dari otot khususnya
pernafasan
–  Tidak ada reflek
–  Gambaran EEG mendatar
Lanjutan :
PERUBAHAN DIRI SETELAH KEMATIAN
DENYUT NADI BERHENTI, KULIT PUCAT, DINGIN DAN CYANOSIS
PERNAFASAN BERHENTI
SSP AREFLEKSI
TONUS BOLA MATA MIDRIASIS
RIGOR MORTIS (KAKU MAYAT)
ALGOR MORTIS (PENURUNAN SUHU TUBUH)
LIVOR MORTIS (LEBAM MAYAT)
DECOMPOSISI (PEMBUSUKAN)
FILOSOFI KEPERAWATAN
MEMBERIKAN PERAWATAN SAMPAI PT MENINGGAL DGN BERMARTABAT SBG MANUSIA
WHO: PALLIATIVE CARE IS THE ACTIVE FATAL CARE OF PATIENTS WHOSE DISEASE IS NOT RESPONSE CURATIVE.
KETIKA MENGETAHUI BHW KONDISI TERMINAL …
REAKSI KLG YG PERTAMA BIASANYA BINGUNG & MUNGKIN TDK PERCAYA  TANYA LG KPD NAKES (DOKTER) LAIN.
KLG YG TDK SIAP AKAN BERPIKIR MASA’ SUAMI ATAU ISTERI SAYA HRS PERGI SECPT ITU?
BERIKAN PENJELASAN SCR RASIONAL ATAU SCR ILMIAH (PT JG  AUTONOMY).
KODE ETIK DI INDONESIA SEHRSNYA PT DULU YG BERHAK TAHU  KENYATAAN TDK.
SARANKAN AGAR PT TETAP HRS DIBERITAHU; PILIH WAKTU YG TEPAT, PT TLH DISIAPKAN, & DGN PENDEKATAN YG BAIK.
PERAN PERAWAT
TKTKAN KENYAMANAN
PELIHARA KEMANDIRIAN
CEGAH RASA TERISOLASI & KESEPIAN
TKTKAN DUKUNGAN SPIRITUAL
DUKUNG KLGA DLM B’DUKA

PENGHAYATAN KEBERADAAN ORANG SAKIT SANGAT DIBUTUHKAN AGAR SEORANG PERAWAT BER-SUNGGUH2 MENJALANKAN PROFESINYA, TERLEBIH LG DALAM MENANGANI KASUS GAWAT ATAU TERMINAL & TINGGAL MENUNGGU AJAL.
KOMUNIKASI YG LANCAR & RASA EMPATI SERTA ALTRUISME YG MENDALAM DAPAT MENOLONG & MERINGANKAN BEBAN ORANG SAKIT AGAR TDK MRS TEGANG & TAKUT.
PENTINGKAN SENTUHAN KEMANUSIAAN  HIGH TECH-HIGH TOUCH.
KETIKA TERMINAL …
TRANSISI DARI CURE   CARE.
MUNGKIN TDK ADA LG PILIHAN “OBAT” YG EFEKTIF, NAMUN SELALU TERSEDIA “ASUHAN” (CARE) MELALUI SIKAP EMPATI, ALTRUISME  ASUHAN KEPERAWATAN.
BERBAGAI PILIHAN PENGOBATAN YG ‘LIFE-SUSTAINING MEDICAL TREATMENT  HRS DIKAJI!
KEPUTUSAN UTK MENERUSKAN / MENGAKHIRI MEMERLUKAN PERTIMBANGAN YG MATANG & KEPUTUSAN APAPUN YG DIAMBIL OLEH PT & KLGNYA HRS DIHARGAI
FOKUS
KENYAMANAN
KENYAMANAN BG PT M’JELANG AJAL T’MSK PENGENALAN & PEREDAAN DISTRESS PSIKO-BIOLOGIS.
PRWT M’BERIKAN BERBAGAI TINDAKAN PENENANGAN BG PT DGN PT.
KONTROL NYERI SANGAT PENTING KRN NYERI DPT M’GANGGU TIDUR, NAFSU MAKAN, MOBILITAS & FUNGSI PSIKOLOGIS. MKN CPT PT M’DPT PEREDAAN NYERI, MKN BANYAK ENERGI YG MRK MILIKI UTK B’PARTISIPASI DLM PENINGKATAN AKTIVITAS & KUALITAS HIDUP.
HIGIENE PERSONAL ADLH BAG. RUTIN DR M’PERTAHANKAN KENYAMANAN PT.
MEMELIHARA KEMANDIRIAN
PT M’JELANG AJAL B’HAK MEMILIH TEMPAT UTK DIRWT, BAIK ITU DI RUMAH (PRWTAN HOSPICE) ATAU DI RS.
M’IJINKAN PT UTK MELAKUKAN TUGAS SEDERHANA SPT MANDI, MAKAN AKAN M’PERTAHANKAN HARKAT & MARTABAT MRK.
PRWT M’DORONG KLGA UTK M’BIARKAN PT M’BUAT KEPUTUSAN.
M’CEGAH RASA TERISOLASI & KESEPIAN
PT M’JELANG AJAL DPT M’ALAMI KESEPIAN YG M’DLM.
TDK HRS SCR RUTIN DITEMPATKAN PD RUANG T’SENDIRI YG T’ISOLASI.
RUANGAN HRS DIBERI P’CAHAYAAN YG CUKUP.
PT M’JELANG AJAL AKAN MRS SANGAT KESEPIAN PD MALAM HARI & MUNGKIN MRS LBH AMAN BILA ADA YG MENEMANI SAAT IA TIDUR.
PRWT HRS M’COBA UTK TETAP B’SAMA DGN PT BILA DIPERLUKAN UTK M’PERLIHATKAN PERHATIAN & EMPATI.
MENINGKATKAN DUKUNGAN SPIRITUAL
M’BERIKAN KETENANGAN SPIRITUAL M’PUNYAI ARTI LBH BESAR DRPD SEKEDAR MEMINTA KUNJUNGAN ROHANIAWAN.
KETIKA KEMATIAN M’DEKAT, PT SERING M’CARI KETENANGAN DGN M’ANALISIS NILAI & KEYAKINAN YG BERHUB. DGN HIDUP & MATI. PRWT & KLGA M’DORONG PT UTK M’UNGKAPKAN & M’EKSPRESIKAN KEYAKINAN & NILAI.
PRWT & KLGA M’BERIKAN KETENANGAN SPIRITUAL DGN M’GUNAKAN KETRAMPILAN KOMUNIKASI, M’EKSPRESIKAN EMPATI, BERDOA DGN PT, M’BACA LITERATUR YG M’BERI INSPIRASI & MEMAINKAN MUSIK.
MENDUKUNG KLGA DLM BERDUKA
JIKA PT DIRWT DI RS, PRWT DPT M’HILANGKAN ANSIETAS & KETAKUTAN KLGA DGN M’JELASKAN SEGALA P’ALATAN YG DIGUNAKAN.
KEHILANGAN & KEMATIAN ADLH REALITAS YG SERING TJD LINGK ASKEP. PENTING BG PRWT UTK MEMAHAMI KEHILANGAN & DUKACITA. PRWT T’LIBAT DLM HUB INTERPERSONAL YG B’MAKNA UTK M’DUKUNG SSO YG M’DERITA ATAU M’JELANG AJAL. PENGKAJIAN DIRI, M’GALI SIKAP, PERASAAN, & NILAI PRIBADI PENTING DILAKUKAN SEBLM PRWT MERESPON DGN P’DEKATAN YG TULUS, SENSITIF, THERAPEUTIK PD ORLA.
PRWT M’GUNAKAN PENGETAHUAN TTG KONSEP KEHILANGAN & DUKACITA UTK SCR KREATIF MENERAPKAN INTERVENSI UTK MENINGKATKAN KES, M’CEGAH PENYAKIT, & M’BERIKAN DUKUNGAN PD PT M’JELANG KEMATIAN.

KEHILANGAN TJD KETIKA SESUATU ATAU SSO TDK DPT LG DITEMUI, DIRABA, DIDENGAR, DIKETAHUI, ATAU DIALAMI. TIPE KEHILANGAN M’PENGARUHI TKT DISTRESS & SETIAP IND M’PUNYAI RESPON YG B’BEDA THDP KEHILANGAN. INTERPRETASI SSO THDP KEHILANGAN B’SIFAT SANGAT INDIVIDUALISTIS.
KONSEP & TEORI BERDUKA
TEORI ENGEL
FASE I,
IND MENYGKAL REALITA KEHILANGAN & MUNGKIN MENARIK DIRI. REAKSI FISIK DPT M’CAKUP PINGSAN, B’KERINGAT, MUAL, DIARE, FREKUENSI JANTUNG MENINGKAT, GELISAH, INSOMNIA & KELETIHAN.
FASE II,
IND MULAI MRS KEHILANGAN SCR TIBA-2 & MUNGKIN M’ALAMI KEPUTUS-ASAAN. SCR M’DADAK TIMBUL KEMARAHAN, RASA B’SALAH, FRUSTASI, DEPRESI, & KEHAMPAAN. MENANGIS; SALAH SATU GEJALA KHASNYA.
FASE III,
DIKENALI REALITAS KEHILANGAN. IND BERALIH PD TKT FUNGSI EMOSI & INTELEKTUAL YG LBH RENDAH KE YG LBH TINGGI. B’KEMBANG KESADARAN DIRI.
TAHAPAN KÜBLER-ROSS
KÜBLER-ROSS (1969 ) B’FOKUS PD PERILAKU & M’CAKUP 5 TAHAPAN.
TAHAP MENYGKAL; IND B’TINDAK SPT TDK TJD SESUATU & DPT MENOLAK UTK M’PERCAYAI BHW TELAH TJD KEHILANGAN.
TAHAP MARAH; IND MELAWAN KEHILANGAN DGN B’TINDAK PD SSO & SEGALA SESUATU YG ADA DI LINGK SEKITARNYA.
TAHAP TAWAR MENAWAR; T’DPT PENUNDAAN REALITAS KEHILANGAN. IND MUNGKIN B’UPAYA UTK M’BUAT P’JANJIAN DGN CARA YG HALUS ATAU JELAS UTK M’CEGAH KEHILANGAN. PT SERINGKALI M’CARI P’DPT ORLA SELAMA TAHAP INI
TAHAP DEPRESI; TJD KEHILANGAN YG DISADARI & TIMBUL DAMPAK NYATA DR MAKNA KEHILANGAN TSB. IND AKAN MRS SANGAT KESEPIAN & MENARIK DIRI. TAHAP DEPRESI INI M’BERI KESEMPATAN UTK BERUPAYA MELEWATI KEHILANGAN & MULAI MEMECAHKAN MASALAH.
TAHAP PENERIMAAN; REAKSI FISIOLOGIS MENURUN & INTERAKSI SOSIAL B’LANJUT.
FASE BERDUKA-NYA RANDO (1993)
3 KATEGORI RESPON B’DUKA:
PENGHINDARAN; TJD SHOCK, MENYGKAL, & KETDK-PERCAYAAN.
KONFRONTASI; TJD LUAPAN EMOSI YG SANGAT TINGGI KETIKA PT SCR B’ULANG MELAWAN KEHILANGAN & KEDUKAAN MRK PALING DLM & DIRASAKAN PALING AKUT
AKOMODASI KETIKA TDPT SCR B’TAHAP PENURUNAN THDP KEDUKAAN AKUT & MULAI MEMSKI KEMBALI SCR EMOSIONAL & SOSIAL DUNIA SE-HARI2 DIMANA PT BELAJAR UTK M’JALANI HIDUP DGN KEHILANGAN MRK.
TUJUAN AKHIR DR ASKEP PD PT DGN PT & KLGA ADLH:
M’CAPAI KEMBALI & M’PERTAHANKAN KENYAMANAN.
M’PERTAHANKAN KEMANDIRIAN DLM AKTIVITAS SE-HARI2.
M’PERTAHANKAN HARAPAN.
M’CAPAI KENYAMANAN SPIRITUAL.
MERAIH KELEGAAN AKIBAT KESEPIAN & ISOLASI
SARAN UTK MELIBATKAN KLGA DLM PRWTAN PT M’JELANG AJAL
BANTU DLM MERENCANAKAN JADWAL KUNJUNGAN KE ANGGOTA KLGA UTK M’CEGAH KLGA & PT MJD LETIH.
IJINKAN ANAK-2 KECIL UTK M’JENGUK ORANG TUA YG M’JELANG AJAL JK PT MSH MAMPU UTK B’KOMUNIKASI.
BERSEDIA M’DENGARKAN KELUHAN KLGA TTG PRWTAN & PERASAAN PT.
BANTU ANGGOTA KLGA UTK B’INTERAKSI DGN PT M’JELANG KEMATIAN (MIS. M’DENGARKAN PT DGN PENUH PERHATIAN, MELAKUKAN P’CAKAPAN TTG AKTIVITAS, ATAU MASALAH NORMAL KLGA.
IJINKAN KLGA UTK M’BANTU TINDAKAN KEP SEDERHANA SPT MENYUAPI PT, MEMANDIKAN & MELURUSKAN LINEN TEMPAT TIDUR. KENALI BHW ANGGOTA KLGA SERING LBH B’HASIL DLM M’BUJUK PT UTK MAKAN DIBANDINGKAN DGN STAF PRWTAN.

JK PT MJD CAPAI KRN AKTIVITAS PRWTAN, BEBASKAN DR TUGAS MRK SHG MRK DPT B’ISTIRAHAT.
DUKUNG TINDAKAN B’DUKA PT & KLGA. BERIKAN PRIVASI KETIKA MRK M’BUTUHKAN. JGN MELARANG P’EKSPRESIAN SCR T’BUKA TTG DUKACITA ANTARA PT & KLGA.
BERIKAN INFORMASI SE-HARI2 MENGENAI KONDISI PT. SIAPKAN KLGA THDP PERUBAHAN YG M’DADAK DLM PENAMPILAN & PERILAKU PT.
KOMUNIKASIKAN BERITA MENGENAI KEMATIAN YG SGR AKAN TJD KETIKA KLGA SEDANG B’SAMA, JK MUNGKIN. INGAT BHW ANGGOTA KLGA DPT M’BERI DUKUNGAN SATU SAMA LAIN. KEMUKAKAN BERITA TSB DLM RUANGAN YG T’SENDIRI & B’SEDIA UTK TETAP B’SAMA DGN ANGG KLGA.

KETIKA KEMATIAN PT SEMKN M’DEKAT, BANTU KLGA UTK DPT TETAP B’KOMUNIKASI DGN PT MELALUI KUNJUNGAN SINGKAT, SENTUHAN & MENGATAKAN PT ADLH ORANG YG SANGAT DISAYANGI OLEH KLGA.
SETELAH KEMATIAN, BANTU KLGA DGN P’BUATAN KEPTSAN, SPT PEMILIHAN JASA PELY PEMAKAMAN, TRANSFORMASI ANGGOTA KLGA & PENGUMPULAN BENDA MILIK PT.

(TIPS) SEORANG ROHANIAWAN
JGN BERBICARA TERLALU LAMA & BERTELE-TELE
JGN BERKUNJUNG TERLALU LAMA
SEBAIKNYA JGN BERTANYA APA PENYAKITNYA
JGN MEMBICARAKAN ORANG LAIN DGN PENYAKIT YG SAMA
JGN BERDOA TERLALU PANJANG
SERINGLAH BERKUNJUNG
MASALAH KEPERAWATAN
Nutrisi kurang
Tidak efektifnya jalan nafas
Konstipasi
Harga diri rendah
Cemas
Distress spiritual
dll
INTERVENSI KEPERAWATAN
Penuhi kebutuhan ADL
Keefektifan jalan nafas
Kenali tanda psikologis menjelang ajal dan lakukan intervensi sesuai tahapannya.

EVALUASI KEPERAWATAN
Klien dapat meninggal dengan tenang dan keluarga dapat menerimanya
Perawatan jenazah

(Tulisan ini merupakan copy paste dari powerpoint)

Sumber: dari berbagai sumber)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: