Oleh: Ferdinan Sihombing | 21 Januari 2010

PERAN BIDAN


SESI II, MERUPAKAN LANJUTAN DARI TULISAN BERTAJUK “KONTRIBUSI PROFESI BIDAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN”

Peran profesi bidan antara lain meliputi:
1. Counselling (konseling)
2. Education (pendidikan)
3. Support (dukungan)
4. Community mobilization (penggerakan peran serta masyarakat)
5. Organization (mengorganisir)
6. Advocacy (membela hak)
7. Supervisi (pengawasan)
8. Research (penelitian)
9. Information (informasi)
Namun secara umum atau secara lebih global lagi, peran bidan dikelompokkan atas:
1. Peran sebagai pelaksana atau pemberi asuhan atau Care Giver (ada juga yang menyebutkan Care Provider).
Sesuai namanya, peran ini adalah peran dimana bidan melakukan asuhan kebidanan langsung kepada kliennya.
2. Peran sebagai Pengelola (Manager)
a. Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan terutama pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat di wilayah kerja dengan melibatkan masyarakat/klien.
b. Berpartisipasi didalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan sektor lain di wilayah kerjanya melalui peningkatan dukun bayi, kader kesehatan dan tenaga kesehatan lain yang berada di bawah bimbingan dalam wilayah kerjanya.
3. Peran sebagai Pendidik (Teacher atau Educator)
a. Peran sebagai pendidik antara lain memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok masyarakat tentang penanggulangan masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan pihak terkait, KIA dan KB.
b. Melatih dan membimbing Kader termasuk mahasiswa kebidanan dan keperawatan serta membina dukun di wilayah kerjanya.
4. Peran sebagai Peneliti (Researcher).
Melakukan investigasi atau penelitian terapan dalam bidang kesehatan baik secara mandiri maupun secara berkelompok.
Peran-peran seperti di atas telah diatur dalam Peraturan Pemerintah no. 32 tentang Tenaga Kesehatan yang merupakan pedoman yang harus dipergunakan oleh tenaga kesehatan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesinya secara baik, demikian juga dalam kode etik maupun standar profesi yang disusun oleh profesi tenaga kesehatan itu, termasuk dalam hal ini profesi bidan. Standar profesi kebidanan sendiri antara lain meliputi: (1) Standar Pelayanan Kebidanan, (2) Standar Praktik Kebidanan, (3) Standar Pendidikan Bidan, dan (4) Standar Pendidikan Berkelanjutan Bidan.
SEKIAN
(BERLANJUT KE SESI III, BACA TENTANG: PERAN FUNGSI BIDAN PADA BAYI DAN ANAK BALITA)

DAFTAR BACAAN

1. Bennet, V. R., and Brown, L. K. 1993. Myles text book for midwives. Edinburgh: Churchill Livingstone.
2. Depkes RI. 2002. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 900/Menkes/SK/VII/2002 Tentang Registrasi dan Praktik Bidan. Jakarta: Depkes.
3. Frith, L. 1996. Ethics and midwifery, issues in contemporrary practice. Oxford: Butterworth Heinemann.
4. Gilbert, N. 1993. Researching sosial life. London: Sage Publications.
5. ICM. 1998. Core Competence. Draft ke VI. ICM.
6. Ikatan Bidan Indonesia. 2002. Kode etik kebidanan. Bandung: Pengurus Daerah IBI Wilayah Jabar.
7. Pusdiknakes Depkes. RI. 1993. Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga. Jakarta: Depkes.
8. Pusdiknakes Depkes. RI. 1993. Pedoman Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita. Jakarta: Depkes.
9. Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: