Oleh: Ferdinan Sihombing | 21 Januari 2010

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN HIV-AIDS


(OLEH NS. HESTI NUR IDAYATI, S.KEP dan FERDINAN SIHOMBING)
Apakah AIDS?
A (Acquired)  Ditularkan dari orang ke orang.
I (Immune)  Merusak sistem kekebalan manusia. Kekebalan adalah bagian dari tubuh untuk mempertahankan diri dengan melawan infeksi spt bakteri atau virus.
D (Deficiency)  Membuat sistem kekebalan merugi atau berkurang.
S (Syndrome)  Orang dgn AIDS mengalami bbg infeksi opportunistik & penyakit lainnya.

ETIOLOGI
• H : Human
• I : Immunodeficiency
• V : Virus
HIV adalah virus yg menyebabkan penyakit AIDS & termasuk kelompok retrovirus (memiliki enzim reverse transcriptase)

Cara penularan
• Melalui hubungan sexual
• Tranfusi darah
• Jarum suntik
• Dari ibu yang mengidap HIV ke bayinya selama kehamilan, persalinan, melalui asi.

Tanda dan gejala
Gejala mayor
• Berat badan turun dalam 1 bulan lebih dari 10%
• Diare kronik lebih dari 1 bulan.
• Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan.
• Penurunan kesadaran dan gangguan neurologist.
• Dimensia

Tanda dan gejala
Gejala minor
• Batuk menetap lebih dari 1 bulan
• Dermatitis
• Adanya herpes zoster berulang
• Kandidiasis orofaringeal
• Herpes simplek kronik progresif
• Limfadenopati generalisata
• Infeksi jamur berulang pada alat kelamin

Manifestasi klinis
Perjalanan penyakit HIV dibagi dalam tahap-tahap berdasarkan keadaan klinis dan jumlah CD4

a. Infeksi retroviral akut
• Demam
• Pembesaran kelenjar
• Hepatoslenomegali
• Nyeri tenggorakan
• Mialgia
• Rast seperti morbili

b. Masa asimtomatik
• Pada masa ini pasien tidak menunjukkan gejala, tetapi dpt terjadi limfadenopati.
• Penurunan jumlah CD4 terjadi secara bertahap disebut window period.

c. Masa gejala dini
Pada masa ini CD 4 berkisar antara 100-300, gejala ini timbul akibat infeksi pneumonia, kandidiasis vagina, sariawan herpes zoster, TB paru.

d. Masa gejala lanjut
CD4 dibawah 200, penurunan daya tahan tubuh yang lanjut ini menyebabkan resiko tinggi terjadinya infeksi oportunistik

Korelasi komplikasi dengan CD4
> 500
• Sindroma retroviral akut
• Vaginitis candid
• Limfadenopati
• Sindrome gullain barree
• Miopati
• Meningitis

200-500
• Pnemonia
• TBC
• Herpes zoster
• Kandidiasis oroparing
• Neoplasma cervical
• ITP

< 200
• Pneumonia
• Dimensia
• Neuropati peripheral
• TBC milier dan ektra pulmonal
• Cardiomiopati
• Poliradikulopati

< 100
• Herpes simplek
• Toksoplasma gondii
• Esofagitis kandida

< 50
• Cytomegali virus
• Limfoma pada ssp

Prinsip pengobatan
1. Pengobatan suportif
• Pengobatan ini bertujuan untuk meningkatkan keadaan umum pasien, dengan cara pemberian gizi yang sesuai, obat sistemik, vitamin, dukungan psikososial.

Kebutuhan gizi pada pasien HIV-AIDS
• Energi tinggi 45-50 kkal/kg BB
• Protein 1,1-1,5 g/kg/bb pada berat normal,1,5-2 pada BB actual kaheksia.
• Lemak 17-20 % kalori total.

2. Pengobatan infeksi oportunistik
3. Pengobatan antiretroviral
Prinsip pemberian ARV:
• Indikasi sesuai pedoman WH
• Atasi dulu infeksi oportunistik.
• Hati hati gangguan fungsihati
Pengkajian keperawatan
1. Riwayat penyakit sekarang
• Kehilangan BB
• Demam
• Diare
2. Penyakit yang menyertai
• Candidiasis
• Herpes simplek
• Limpoma
3. Riwayat penyakit masa lalu
• Riwayat menerima tranfusi darah
• Riwayat penyakit seksual
4. Riwayat sosial
• Penggunaan obat obat terlarang
• Pekerjaan
• Perjalanan
• Support sistem

Pemeriksaan fisik
• Penampilan umum tampak sakit sedang, berat
• Tanda vital
• Kulit terdapat rush, steven jhonson
• Mata merah, icterik, gangguan penglihatan
• Leher: pembesaran KGB
• Telinga dan hidung; sinusitis berdengung
• Rongga mulut: candidiasis
• Paru: sesak, efusi pleura, otot bantu
• Jantung: pembesaran jantung
• Abdomen: ascites, distensi abdomen, pembesaran hepar
• Genetalia dan rectum: herpes
• Neurologi: kejang, gangguan memori, neuropati.

Pemeriksaan penunjang
• Hitung limfosit
• CD4
• Mantouk test
• Test elisa

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Risiko tinggi infeksi b.d. imunodefisiensi
• Kurangi dan batasi jumlah kunjungan pasien
• Jelaskan teknik personal hygiene
• Awasi tanda infeksi lebih lanjut

Jalan nafas tidak efektif b.d. akumulasi mucus
• Ajarkan batuk efektif
• Beri posisi tidur semi fowler
• Pertahankan kebersihan jalan nafas
• Kaji pola nafas, irama

Resti/actual kekurangan volume cairan b.d. kehilangan cairan yang berlebihan
• Berikan intake cairan yg adequat
• Hindari makanan yang merangsang diare
• Monitor tanda vital
• Kaji elastisitas turgor dan kelembaban membran mukosa
• Monitor intake dan output
• Timbang BB tiap hari

DK yg lain …
• Gangguan integritas kulit b.d. imobilisasi
• Isolasi sosial b.d. stigma, ketakutan
• Gangguan pola tidur b.d. kecemasan
• Intoleransi aktifitas b.d. kelemahan fisik
• Gangguan peran b.d. penyakit kronik

SEKIAN
(DARI BERBAGAI SUMBER)

About these ads

Responses

  1. Top cher,,,,
    like this dah….

  2. mantappppp

    http://karinasafitri.blogspot.com/

  3. bagus. .


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: