Oleh: Ferdinan Sihombing | 6 Januari 2010

MEMBERIKAN GLISERIN SPUIT


PENGERTIAN

Memberikan gliserin spuit adalah suatu tindakan memasukkan cairan minyak gliserin melalui anus ke dalam rektum dengan menggunakan spuit gliserin.

TUJUAN

  1. Merangsang  peristaltik sehingga pasien bisa BAB
  2. Persiapan tindakan operasi/persalinan/persiapan pemeriksaan radiologi
  3. Memberi rasa nyaman

PERHATIAN

  1. Dalam pelaksanaan harus diperhatikan kontra indikasi pemberian gliserin spuit  seperti pasien dengan sakit jantung, perdarahan, kontraksi yang kuat, pembukaan lengkap.
  2. Bila pada saat pemberian gliserin spuit  ada hambatan, jangan dipaksakan.
  3. Dapat dilakukan pada pasien obstipasi, sebelum partus kala I fase laten  atau  persiapan operasi.

PROSEDUR

I.  Persiapan:

1. Persiapan pasien dan keluarga

  1. Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan
  2. Menjelaskan  prosedur tindakan
  3. Posisi pasien diatur miring

2. Alat-alat:

  1. Handschoen disposible
  2. Nierbekken
  3. Pispot, pengalas dan perlak
  4. Air dalam botol cebok dan tisu
  5. Vaselin
  6. Spuit gliserin diisi dengan gliserin hangat sebanyak 10 sampai 20 cc, dan udara dikeluarkan

3.   Lingkungan: Menjaga privacy pasien

4.   Perawat:

  1. Mencuci tangan.
  2. Menilai keadaan umum pasien
  3. Mengukur tanda-tanda vital
  4. Kemampuan mobilisasi

II. Pelaksanaan:

  1. Memberi  kain penutup  untuk menutupi bagian bawah tubuh pasien dan buka pakaian bagian bawah .
  2. Pasang pengalas dan perlak di bawah bokong
  3. Dekatkan nierbekken
  4. Perawat memakai  handschoen
  5. Tangan kiri  membuka belahan bokong bagian atas, tangan kanan  memasukan  spuit gliserin  ke dalam anus  sampai pangkal  kanul dengan posisi ujung spuit  diarahkan seperti menyendok.
  6. Masukkan minyak gliserin perlahan-lahan sambil pasien dianjurkan menarik nafas panjang.
  7. Spuit gliserin  dikeluarkan dari anus dan ditaruh dalam nierbekken.
  8. Minta pasien untuk menahan BAB sebentar, kemudian pasang pispot, dan persilakan pasien BAB.
  9. Untuk pasien yang dapat mobilisasi berjalan, pasien dapat dianjurkan ke  toilet.
  10. Setelah selesai  bersihkan daerah bokong dengan menggunakan  air dan tisu.
  11. Angkat pispot, perlak dan pengalas
  12. Kenakan pakaian bagian bawah, rapikan tempat tidur
  13. Lepaskan handschoen, cuci tangan
  14. Membuat catatan keperawatan yang mencakup: tindakan dan hasil tindakan, respon pasien, dan observasi feces.
About these ads

Responses

  1. makasih ya…..sangat membantu sekali….
    sebab aq kuliah di jurusan pereawatan…
    sekali lagi makasih

  2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dlm pemberian spuit gliserin itu apa saja sih.??

  3. bagaimana kalo ketika memasukkn spuit ke dalam anuss namun pasien belum bisa BAB?


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: